
Puisiku berlari-lari di ruang makna pada kata yang berirama..
Sesekali menjenguk bilik hatimu..,
Kadang dengan kasih.., kadang dengan sindiran, bahkan kadang dengan teriakan..
Puisiku bebas melintasi ruang yang kadang disekat waktu..
Namun puisiku akan setia menjaga nyenyak sepi hatimu..,
maka kau bisa bermain dengan mimpimu..,
dan kau bisa mengembara dengan anganmu..
Kau pun bisa menguak isi hatimu, berkaca pada jendela hatimu,
juga bisa berteduh di kerindangan hatiku..
Masihkah kau setia menunggu puisiku yang pernah menyibak jiwamu..,
dan hampir membenamkanmu pada rembulan malam...?
Akan kuceritakan pada puisiku bahwa bening matamu masih menyimpan kehangatan..
Akan kukatakan bahwa putih hatimu masih mendendangkan penantian..